Kalsel Bangun KODAM Sendiri, Ditargetkan Rampung 2027
- Jun 04, 2026
- Muhammad Maiji☑️
- PEMERINTAHAN
BANJARBARU – Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) akhirnya kembali memiliki Komando Daerah Militer (Kodam) sendiri yang diberi nama Kodam X Lambung Mangkurat. Langkah awal perwujudan markas komando ini secara resmi ditandai dengan pemancangan tiang dan peletakan batu pertama pada Rabu (6/5/2026).
Prosesi groundbreaking ini dihadiri langsung oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, Gubernur Kalsel H. Muhidin, dan Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin. Pembangunan markas komando baru ini merupakan bagian dari Rencana Strategis (Renstra) TNI Angkatan Darat yang menargetkan agar setiap provinsi di Indonesia memiliki komando daerahnya masing-masing.
Sebelumnya, kesatuan militer di Kalsel sempat dilebur dan berada di bawah naungan Kodam XII/Tambun Bungai yang bermarkas di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Penggunaan nama "Lambung Mangkurat" kembali dipilih untuk menjaga marwah pahlawan daerah serta merawat nilai sejarah Kalsel yang dulu pernah memiliki Kodam dengan nama tersebut.
Infrastruktur Megah Hasil Kolaborasi Pusat dan Daerah

#desainmasterplan
Markas Komando (Mako) Kodam X Lambung Mangkurat dibangun di atas lahan seluas 10 hektare yang berlokasi di kawasan Kompleks Perkantoran Pemprov Kalsel, Banjarbaru. Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalsel, M Yasin Toyib, menjelaskan bahwa gedung ini didesain setinggi 5 lantai dengan memadukan unsur modern dan kearifan lokal Kalsel.
Pembangunan fasilitas pertahanan ini diproyeksikan menelan anggaran sekitar Rp280 miliar. Biaya tersebut ditanggung melalui skema kolaborasi, di mana Rp140 miliar dialokasikan oleh Kementerian Pertahanan, sementara Rp140 miliar sisanya merupakan patungan dari Pemprov Kalsel (sekitar Rp90 miliar) dan 13 Kabupaten/Kota se-Kalsel yang masing-masing menyumbang Rp5 miliar. Atas dedikasi dan dukungan anggaran tersebut, Gubernur Kalsel beserta 13 Bupati/Walikota menerima penghargaan khusus pada acara peresmian tersebut.
Dampak Positif bagi Pertahanan dan Ekonomi Banua
Gubernur Kalsel, H. Muhidin, meyakini bahwa proyek yang ditargetkan selesai pada 2027 ini merupakan investasi jangka panjang bagi daerah, tidak hanya dari sisi pertahanan tetapi juga dari sisi sosial dan ekonomi. Wakasad Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa turut menambahkan bahwa keberadaan Kodam di Kalsel sangat krusial untuk menjaga keberlangsungan sumber daya alam serta mempersiapkan pertahanan secara dini.
Selain itu, untuk memperkuat teritorial, TNI AD juga menambah empat Batalyon Teritorial Pembangunan di Kalsel. Setiap batalyon diproyeksikan berisi sekitar 1.000 personel. Kehadiran ribuan personel militer baru ini diharapkan mampu memberikan multiplier effect yang akan memacu perputaran uang dan pertumbuhan ekonomi yang pesat di seluruh kabupaten.
Kunjungi Juga :
Instagram: (@kel_landasanulintengah, @luteng_bungas, @infokim.id )