Sambut Era Digital: Kurikulum AI dan Coding Segera Diterapkan di SD dan SMP Banjarbaru
- Jun 24, 2025
- Muhammad Maiji Alfu'an
BANJARBARU – Dunia pendidikan di Kota Banjarbaru akan segera memasuki babak baru dengan penerapan kurikulum Artificial Intelligence (AI) dan coding untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarbaru telah menerima petunjuk teknis (juknis) terkait implementasi kurikulum ini, menandai kesiapan Banjarbaru dalam mengikuti perkembangan teknologi global.
.jpg)
Kepala Disdik Banjarbaru, Dedy Sutoyo, menjelaskan bahwa program ini di Kalimantan Selatan dilaksanakan oleh Hasnur Center, dan sebanyak 49 sekolah di Banjarbaru telah ditunjuk untuk menerima program ini, yang juga mendapatkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja. "Sekolah yang mendapat program tersebut ada 49 sekolah. Mereka mendapatkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja untuk melaksanakan kurikulum tersebut," kata Dedsoe, sapaan akrab Dedy Sutoyo. Sekolah-sekolah yang ditunjuk tersebar merata, meliputi sekolah negeri dan swasta seperti Al-Azhar.
Penerapan kurikulum ini akan menitikberatkan pada materi dasar coding, khususnya pengenalan binari untuk aplikasi sederhana, serta AI yang bersifat terapan dalam kehidupan sehari-hari. Dedy Sutoyo menambahkan bahwa dalam waktu dekat, para guru dari sekolah-sekolah sasaran akan mengikuti pelatihan intensif. Setelah pelatihan ini, ada kewajiban bagi sekolah untuk melakukan pengimbasan materi di tahun kedua.
Kesiapan Sekolah dan Dukungan Legislator
.jpg)
Salah satu sekolah yang siap menyambut kurikulum ini adalah SD Negeri 1 Loktabat Utara. Kepala sekolah, Muhammad Muhransyah, menyambut baik inisiatif ini dan memastikan kesiapan sekolahnya, terutama karena mendapatkan dana BOS Kinerja. "Ketika sudah mendapatkan pelatihan dan petunjuk jelas, Insyaallah akan siap menerapkannya sesuai arahan dari Kemendikdasmen," ujarnya, seraya mengakui bahwa dunia pendidikan harus cepat beradaptasi agar siswa lebih adaptif dengan kemajuan zaman dan teknologi. Meskipun memiliki laboratorium dan chromebook (sekitar 15 unit), Muhransyah berharap kurikulum ini dapat membuat anak-anak lebih adaptif dengan kemajuan zaman.
Sementara itu, SMPN 1 Banjarbaru, salah satu sekolah favorit di Banjarbaru, juga menyatakan kesiapannya jika terpilih sebagai sekolah percontohan, meskipun Kepala Sekolah Emy Ambarwati menyoroti pentingnya dukungan infrastruktur. "Kami hanya memiliki 96 komputer. Itu belum mencukupi untuk 962 siswa kami," kata Emy, menekankan perlunya kelengkapan sarana prasarana dan pelatihan guru agar program dapat optimal. Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum SMPN 1 Banjarbaru, Noor Syamsu Riza, menambahkan bahwa sekolahnya sudah mulai mengintegrasikan konsep logika pemrograman ke dalam berbagai mata pelajaran.
Anggota Komisi I DPRD Banjarbaru, Slamet Rianto, juga menyambut positif penerapan kurikulum AI dan coding. Legislator yang berlatar belakang pendidik ini menekankan pentingnya pembelajaran yang mengikuti perkembangan zaman agar anak-anak tidak tertinggal dan mampu bertahan di masa depan. Ia juga berpesan agar penerapan disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan sekolah serta siswa agar tidak terjadi "kegagapan" dalam proses belajar.
Pemerintah Kota Banjarbaru optimis bahwa kurikulum AI dan coding ini akan membawa dampak positif bagi siswa, yang nantinya akan terlihat dari rapor pendidikan sekolah dan kemampuan siswa beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Jadi, meskipun belum ada tanggal resmi penerapan di semua sekolah, proses pelatihan yang merupakan tahap awal implementasi sudah dijadwalkan pada Juli 2025 ketika anak-anak sedang libur kenaikan kelas, dengan pelaksanaan di sekolah kemungkinan akan menyusul setelahnya dan pengimbasan di tahun kedua.
Foto : Pojokbanua, RadarBanjarmasin
( Sumber: pojokbanua.com, radarbanjarmasin.jawapos.com)
(Editor/Alf/KimLutengBungas)
Kunjungi Juga :
Instagram: (@kel_landasanulintengah, @luteng_bungas, @pojokbanua, @disdik_banjarbarukota)