Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg di Banjarbaru: Wali Kota Sidak, DPRD dan Disdagperin Bahas Solusi Jangka Panjang

  • Jul 10, 2025
  • Muhammad Maiji Alfu'an

BANJARBARU – Kelangkaan dan gejolak harga gas elpiji 3 kilogram (gas melon) di Banjarbaru menjadi perhatian serius Pemerintah Kota dan DPRD. Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, merespons cepat dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan gas, sementara Komisi II DPRD Banjarbaru menggelar rapat koordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) untuk mencari solusi berkelanjutan.

Pada Sabtu (5/7/2025), Wali Kota Erna Lisa Halaby mendatangi dua pangkalan gas di Jalan Comet Raya, Kelurahan Mentaos, dan Jalan Pondok Bambu, Kelurahan Loktabat Utara. Dari hasil sidak, Lisa memastikan bahwa distribusi gas melon di pangkalan-pangkalan tersebut sudah tepat sasaran dan sesuai regulasi.

"Pangkalan dan agen yang telah kita datangi, mereka melaksanakan dengan regulasi yang benar. Sesuai dengan kontrak, penyalurannya sesuai dengan yang sudah dimuat dalam regulasi," kata Wali Kota. Ia menegaskan bahwa pangkalan tidak diperbolehkan menjual gas 3 kilogram kepada pihak di luar kelompok masyarakat rentan. Ke depan, Lisa berjanji akan terus mendatangi agen-agen penjualan elpiji untuk memastikan kepatuhan.

Selain itu, Pemko Banjarbaru juga akan segera melaksanakan pasar murah bersubsidi bekerja sama dengan Pertamina, untuk menjual gas elpiji dengan harga standar. Warga seperti Syahidah, yang biasa mengantre gas di pangkalan, mengaku sulit mendapatkan gas melon di tingkat pengecer yang harganya bisa mencapai Rp40-45 ribu, jauh lebih mahal dari harga di pangkalan yang Rp20 ribu.

DPRD Soroti Distribusi dan Harga Eceran

Polemik gas melon juga menjadi topik utama pembahasan Komisi II DPRD Banjarbaru dengan Disdagperin pada Senin (7/7/2025). Kepala Disdagperin Banjarbaru, Muriani, menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pertamina, bahkan mendorong penerbitan surat edaran mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Muriani menjelaskan bahwa Pertamina telah mengatur distribusi maksimal 200 tabung per pangkalan. Jika kebutuhan melebihi itu, pengiriman akan dicicil hingga tiga kali. Ia mengakui, ibu rumah tangga tidak begitu terdampak, namun pelaku usaha kecil menengah (UKM) justru yang paling merasakan dampak dari tingginya harga gas melon.

"Karena kuotanya tidak mencukupi, biasanya dapat empat (tabung), karena kuota dikurangi dapat tiga (tabung). Satunya beli di luar, seperti itulah yang membuat nilai (harga) menjadi tinggi, ada yang memanfaatkan kekurangan itu," ungkap Muriani. Disdagperin mencatat, harga eceran gas melon bisa mencapai Rp50 ribu, jauh di atas HET pangkalan sebesar Rp18.500.

Anggota Komisi II DPRD Banjarbaru, Ir. Takyin Baskoro, mengapresiasi respons cepat Pemko dalam mengeluarkan surat edaran. Ia berharap gejolak harga ini dapat diselesaikan secara permanen dan HET ditaati oleh semua pihak, baik pangkalan maupun pengecer.

 

Foto : Pojokbanua.com

( Sumber: pojokbanua.com)

(Editor/Alf/KimLutengBungas)

 

Kunjungi Juga :

Instagram: (@kel_landasanulintengah, @luteng_bungas,  @pojokbanua,  @infokim.id)