Empat Pasar di Banjarbaru Mangkrak: Warga Kecewa, DPRD Desak Pemkot Ambil Tindakan Tegas
- Jul 07, 2025
- Muhammad Maiji Alfu'an
BANJARBARU – Empat pasar di Kota Banjarbaru kini bak bangunan mati, terbengkalai tanpa aktivitas jual beli yang berarti. Kondisi ini bukan hanya jadi sorotan media, tapi juga memicu kekecewaan mendalam dari warga sekitar dan desakan serius dari DPRD setempat. Pasar-pasar yang dimaksud adalah Pasar Pondok Mangga, Pasar Laura, Pasar Rakyat Landasan Ulin Timur, dan Pasar Abadi III.
Bayangkan, bangunan pasar yang seharusnya jadi pusat denyut ekonomi, kini kosong melompong. Siti Rahmah, warga dekat Pasar Pondok Mangga, tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya. "Dulu waktu dibangun kami pikir bakal ramai, tapi ternyata sekarang terbengkalai. Padahal sudah beberapa tahun," keluhnya. Hal senada diungkapkan Jubaidah di sekitar Pasar Abadi III, yang menyaksikan sendiri bagaimana pedagang satu per satu memilih pindah. Lokasi yang jauh dari permukiman padat dan akses yang kurang strategis disebut-sebut jadi biang keladi utamanya.
Melihat kondisi ini, Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, tak tinggal diam. Ia menyatakan akan segera turun langsung meninjau pasar-pasar mangkrak tersebut. "Iya ini nanti rencana akan kita tinjau langsung ke lokasi, untuk melihat kondisi dan keadaan bangunan," ujarnya singkat.
DPRD Turun Tangan, Desak Evaluasi Total
Para wakil rakyat di Komisi II DPRD Banjarbaru juga sudah melakukan kunjungan lapangan. Anggota Komisi II, Nurkhalis Anshari, tegas menyatakan, pasar-pasar ini adalah aset strategis daerah yang seharusnya bisa menggerakkan ekonomi dan jadi sumber pendapatan. Kondisi saat ini jelas jadi "PR" besar.
Rekan Nurkhalis di Komisi II, Emi Lasari, juga menyoroti kasus Pasar Laura yang perlu dievaluasi total. Ia mendesak agar Pemkot mengkaji ulang kenapa pedagang enggan direlokasi. "Evaluasi harus komprehensif. Kita harus melihat kendala yang menyebabkan pedagang enggan direlokasi ke lokasi baru," kata Emi. Ia menekankan, jangan sampai pedagang menanggung beban baru jika dipaksa pindah ke tempat yang belum jelas prospeknya. Bahkan, Emi menyebut Pasar Pondok Mangga yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp2 miliar pun tak maksimal pemanfaatannya sejak 2019.
DPRD pun tak hanya mengkritik, tapi juga mendorong Pemkot Banjarbaru untuk segera:
-
Mendata ulang aset pasar.
-
Mengidentifikasi hambatan yang membuat pasar tak berfungsi.
-
Berkolaborasi dengan pelaku usaha agar pasar kembali hidup.
-
Membuka opsi kerja sama dengan pihak ketiga atau bahkan alih fungsi aset jika memang tidak bisa dipertahankan sebagai pasar.
"Revitalisasi harus dilakukan, tidak hanya pada fisik bangunannya, tapi juga pada aspek ekonomi lokalnya. Jangan dibiarkan terus mangkrak sejak 2019," tegas Emi.
DPRD berharap, dengan adanya kajian matang dan solusi strategis, pasar-pasar ini tidak lagi menjadi "pekerjaan rumah" yang berlarut-larut, melainkan bisa benar-benar menggerakkan ekonomi lokal, meningkatkan PAD, dan membuka lapangan kerja baru bagi warga Banjarbaru.
Foto : Humas DPRD Banjarbaru
( Sumber: RadarBanjarmasin, Kanalkalimantan.com)
(Editor/Alf/KimLutengBungas)
Kunjungi Juga :
Instagram: (@kel_landasanulintengah, @luteng_bungas, @banjarbaru.tv, @infokim.id)