Diresmikan di Banjarbaru, Ini 8 Fakta Sekolah Rakyat: Sekolah Gratis Berasrama untuk Putus Rantai Kemiskinan
- Jan 14, 2026
- Muhammad Maiji ☑️
- SOSIAL, PEMERINTAHAN
BANJARBARU – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah meresmikan 166 Sekolah Rakyat (SR) secara serentak yang dipusatkan di BBPPKS Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/1/2026). Program ini menjadi sorotan nasional karena menawarkan konsep pendidikan revolusioner yang ditanggung 100% oleh negara.
Dengan anggaran mencapai Rp 6,6 triliun sepanjang tahun 2025, Sekolah Rakyat hadir bukan sekadar sebagai tempat belajar, melainkan strategi terpadu untuk memutus mata rantai kemiskinan ekstrem di Indonesia.
Berikut adalah 8 fakta penting mengenai Sekolah Rakyat yang perlu diketahui:

1. Inisiatif Langsung Presiden Prabowo Sekolah Rakyat merupakan inisiatif langsung Presiden Prabowo yang tertuang dalam Inpres Nomor 8 Tahun 2025. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyebut ini sebagai legacy istimewa Presiden untuk memberdayakan keluarga miskin agar "naik kelas".
2. Tanpa Tes Akademik, Seleksi via DTSEN Berbeda dengan sekolah unggulan lainnya, masuk Sekolah Rakyat tidak butuh tes akademik. Rekrutmen berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menyasar keluarga miskin (Desil 1 & 2). Petugas melakukan verifikasi langsung ke rumah (jemput bola). Siswa juga mendapatkan Cek Kesehatan Gratis dan pemetaan bakat (DNA Talent Mapping).
3. Konsep Asrama (Boarding School) Gratis Total Seluruh siswa wajib tinggal di asrama. Semua kebutuhan mulai dari seragam, makan bergizi, tempat tinggal, hingga peralatan sekolah ditanggung penuh oleh negara. Tujuannya untuk membentuk karakter mandiri dan disiplin.
4. Kurikulum Khusus & Fleksibel Sekolah ini menerapkan pendekatan Multi Entry-Multi Exit (MEME) dan pendekatan individu. Artinya, siswa bisa masuk kapan saja dan belajar sesuai kecepatan masing-masing, tidak kaku mengikuti kalender akademik umum.
5. Ekosistem Pengentasan Kemiskinan Terpadu Program ini adalah miniatur pengentasan kemiskinan. Saat anaknya bersekolah, orang tuanya juga dibantu melalui pemberdayaan ekonomi, perbaikan rumah (program 3 juta rumah), hingga jaminan kesehatan (PBI-JK) dan Bansos PKH/Sembako.
6. Menyebar di Seluruh Nusantara Sebanyak 166 titik sekolah rintisan telah beroperasi, tersebar dari Sumatera (35), Jawa (70), Kalimantan (13), Sulawesi (28), hingga Papua (6). Targetnya, jumlah ini akan terus bertambah hingga 500 sekolah.
7. Menyerap Ribuan Tenaga Kerja Hadirnya Sekolah Rakyat rintisan ini telah menyerap 7.107 tenaga kerja, yang terdiri dari 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan.
8. Jaminan Masa Depan (Hilirisasi Siswa) Lulusan Sekolah Rakyat tidak akan dilepas begitu saja. Pemerintah telah bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk beasiswa, serta kementerian terkait untuk penyaluran kerja. Bagi siswa SMP berprestasi akademik tinggi, akan difasilitasi lanjut ke Sekolah Garuda.
Kunjungi Juga :
Instagram: (@kel_landasanulintengah, @luteng_bungas, @infokim.id )