Banjarbaru Siap Revolusi Pengelolaan Sampah: Wali Kota Lisa Temui Menteri LH dan Pelajari Sistem Hulu di Rorotan
- Apr 06, 2026
- Muhammad Maiji ☑️
- PEMERINTAHAN
BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru menunjukkan keseriusan penuh dalam membenahi tata kelola lingkungan secara masif. Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, memimpin langsung jajaran camat, lurah, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk berguru langsung ke tingkat nasional pada awal April 2026.
Langkah strategis ini diawali dengan pertemuan resmi bersama Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, di Jakarta pada Jumat (3/4/2026), dilanjutkan dengan studi tiru lapangan ke Kelurahan Rorotan, Jakarta Utara, keesokan harinya.
Berikut adalah poin-poin penting dan rencana aksi dari kunjungan bersejarah Pemko Banjarbaru tersebut:
1. Evaluasi dan Arahan Menteri Lingkungan Hidup
Dalam pertemuan tersebut, Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq mengapresiasi langkah proaktif Pemko Banjarbaru. Menurutnya, sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan yang memiliki tata kota apik sejak dulu, Banjarbaru berpotensi besar menjadi barometer pengelolaan lingkungan di Kalimantan.
Berdasarkan penilaian kementerian, rapor pengelolaan sampah Banjarbaru berada di angka 48,56 dengan rincian:
-
Anggaran dan Kebijakan: 12,33 (dari maksimal 20)
-
SDM dan Fasilitasi: 15,94 (dari maksimal 30)
-
Capaian Kinerja: 20,28 (dari maksimal 50)
Dengan capaian keseluruhan baru menyentuh 10,97 persen (di bawah ambang batas 25 persen), Banjarbaru saat ini masuk dalam kategori kota dalam pembinaan. Hasil inilah yang memicu Wali Kota Lisa untuk segera melakukan akselerasi perbaikan.
2. Menimba Ilmu Pengolahan Sampah Terintegrasi di Rorotan

Pada hari kedua (4/4/2026), rombongan meninjau langsung Kelurahan Rorotan yang sukses mengelola sampah di wilayah padat penduduk. Berbagai fasilitas dikunjungi, mulai dari Pusat Edukasi KIE RBU, Kampung Iklim ProKlim RW 01 (budidaya maggot BSF dan mesin pellet), hingga teknologi raksasa RDF (Refuse Derived Fuel) Plant Rorotan yang mampu mengolah 2.500 ton sampah per hari menjadi bahan bakar alternatif pengganti batu bara.
Wali Kota Lisa menegaskan bahwa kunci keberhasilan yang dilihatnya di Rorotan adalah partisipasi aktif masyarakat dan perubahan perilaku.
3. Rencana Aksi Nyata di Banjarbaru
Sepulangnya dari Jakarta, Pemko Banjarbaru tidak akan membiarkan hasil studi tiru ini menjadi wacana semata. Kepala DLH Banjarbaru, Shanty Eka Septiani, membeberkan strategi konkret yang akan segera dijalankan:
-
Mengubah Pola Pikir: Beralih dari metode kuno "kumpul-angkut-buang" menjadi penyelesaian sampah langsung dari sumbernya (rumah tangga).
-
Pemetaan Wilayah: Setiap kelurahan akan memetakan jumlah penduduk hingga tingkat RW serta potensi sampah organik dan anorganiknya.
-
Target Bulanan: Gerakan akan dimulai dari beberapa rumah percontohan, dengan target minimal bertambah 10 rumah setiap bulannya yang menerapkan pemilahan sampah mandiri.
"Kita harus mengubah perilaku agar pemilahan sampah dapat selesai dari sumbernya. Ini membutuhkan dukungan penuh lurah dan camat untuk memberdayakan masyarakat," tegas Wali Kota Lisa Halaby.
Kunjungi Juga :
Instagram: (@kel_landasanulintengah, @luteng_bungas, @infokim.id )