CARI TEMPAT NGOPI & NONGKRONG DI KANTOR GUBERNUR!

  • Jun 09, 2026
  • Muhammad Maiji☑️
  • PEMERINTAHAN

BANJARBARU – Kawasan Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) di Banjarbaru kini memiliki destinasi baru untuk bersantai dan berdiskusi. Cafe Forester Banjarbaru, yang merupakan kedai kopi pertama di lingkungan perkantoran ini, resmi beroperasi pada Senin (1/6/2026).

Peresmian kedai kopi yang mengusung konsep alam terbuka ini dilakukan oleh Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, H. Subhan Nor Yaumil, mewakili Gubernur Kalsel. Acara peresmian yang berlangsung santai usai Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila ini dihadiri oleh sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan tamu undangan.

"Alhamdulillah, hari ini kita dapat berkumpul bersama di KP Forester yang berada di Taman Hutan Kota, kawasan perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Kehadiran fasilitas ini menjadi ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan," ujar Plh. Sekdaprov Kalsel saat membacakan sambutan Gubernur.

 

Kerja Sama untuk Pemberdayaan dan Peningkatan PAD

Cafe Forester Banjarbaru merupakan cabang ketiga di bawah binaan Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalsel. Sebelumnya, kafe serupa telah beroperasi di Pusat Pemasaran Hasil Hutan (Kantor Gatot) di Banjarmasin dan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam di Kabupaten Banjar.

Kepala Dishut Kalsel, Fathimatuzzahra (Aya), menjelaskan bahwa pengelolaan Cafe Forester cabang terbaru ini bekerja sama dengan Pramuka Saka Wanabakti. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan memberdayakan anggota pramuka agar mandiri secara finansial, tetapi juga untuk merespons arahan Gubernur dan Sekda dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah.

"Pelaksanaan program ini merupakan tindak lanjut arahan Bapak Gubernur Kalsel dan Bapak Setdaprov Kalsel agar fasilitas maupun aset pemerintah daerah dapat dimanfaatkan secara produktif," jelas Aya. Pemanfaatan aset ini menggunakan skema sewa lahan yang berkontribusi langsung pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalsel. Nilai sewa untuk Cafe Forester di Banjarbaru ini sekitar Rp2,5 juta per bulan.

 

Menyerap Hasil Hutan dan Incar Tiga Target Pasar

Selain menyumbang PAD, Cafe Forester juga berkomitmen menyejahterakan masyarakat sekitar hutan. Produk kopi yang disajikan memanfaatkan hasil hutan bukan kayu (HHBK) dari Kelompok Tani Hutan (KTH) Kalsel. "Sehingga adanya kafe ini, otomatis penjualan dari mereka juga akan meningkat," tegas Aya.

Pengelola Cafe Forester, Naufal, memaparkan bahwa pihaknya membidik tiga segmen pasar utama. Pertama, warga yang gemar berolahraga di kawasan perkantoran pada pagi atau sore hari, dengan menawarkan menu bernuansa sport and health. Kedua, para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang membutuhkan opsi tempat makan siang yang nyaman.

"Market terakhir yang diincar pengelola kedai kopi adalah pegawai yang ngopi di pagi hari. Karena kayaknya habit sekarang ngopi pagi sangat cukup banyak dan sarapan paginya bisa kita fasilitasi di sini," ungkap Naufal, seraya menambahkan bahwa kafe beroperasi mulai pukul 08.00 WITA dan terbuka untuk umum.

Dalam kesempatan tersebut, Dishut Kalsel juga memperkenalkan produk 'Kompos Forester'. Bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup, kompos ini diproduksi dari olahan limbah daun kering yang dikumpulkan dari lingkungan perkantoran Pemprov Kalsel, mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

 

 

Foto : Istemewa
Sumber: Istemewa
(Editor/Alf/KimLutengBungas)

 

 

Kunjungi Juga :

Instagram: (@kel_landasanulintengah, @luteng_bungas, @infokim.id )